Keragaman Morfologi Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Lokal Kabupaten Lima Puluh Kota Berdasarkan Analisis Klaster UPGMA

Authors

  • Jerry Aldani Putra Universitas Andalas Author
  • Yusniwati Universitas Andalas Author
  • Etti Swasti Universitas Andalas Author

DOI:

https://doi.org/10.31933/fyvw9j17

Keywords:

Morfologi, Tembakau Lokal, Keragaman Fenotipik, UPGMA

Abstract

Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan sentra produksi tembakau lokal di Sumatera Barat yang masih mempertahankan beberapa kultivar tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman morfologi tembakau (Nicotiana tabacum L.) lokal serta hubungan fenotipik antar aksesi menggunakan analisis klaster. Penelitian dilakukan Agustus–Desember 2025 melalui survei eksploratif dengan purposive sampling terhadap 11 aksesi dari tujuh kecamatan. Karakterisasi mencakup karakter kualitatif dan kuantitatif berdasarkan deskriptor morfologi. Data dianalisis menggunakan koefisien kemiripan dan metode UPGMA. Hasil menunjukkan karakter kualitatif relatif seragam dengan koefisien kemiripan 0,54–1,00, sedangkan karakter kuantitatif lebih bervariasi dengan koefisien 0,40–0,69. Analisis klaster kuantitatif membagi aksesi menjadi dua kelompok utama dengan tingkat keragaman fenotipik sedang. Tinggi tanaman, diameter batang, dan ukuran daun berkontribusi dominan terhadap pembentukan klaster. Keragaman morfologi ini berpotensi dimanfaatkan dalam konservasi plasma nutfah dan program pemuliaan tembakau lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, I., Usman, Y., & Yusmarni. (2018). Analisis usaha tani tembakau (Nicotiana tabacum L.) varietas Rudau Teleng di Kecamatan Bukit Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. JOSETA: Journal of Socio Economic on Tropical Agriculture, 1(1), 79–88.

Bermawie, N. (2005). Karakterisasi plasma nutfah tanaman. Dalam Pedoman pengelolaan plasma nutfah perkebunan (hlm. 38–52). Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Darvishzadeh, R., et al. (2011). Morphological diversity analysis of tobacco (Nicotiana tabacum L.) germplasm. Industrial Crops and Products, 33, 347–352.

Falconer, D. S., & Mackay, T. F. C. (1996). Introduction to quantitative genetics (4th ed.). Longman.

Matnawi, M. (2012). Sistematika tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.). Universitas Sumatera Utara.

Mohammadi, S. A., & Prasanna, B. M. (2003). Analysis of genetic diversity in crop plants—Salient statistical tools and considerations. Crop Science, 43, 1235–1248.

Nadifah, F., & Daryono, B. S. (2017). The genetic variations and relationship of Madura tobacco (Nicotiana tabacum L.) based on molecular characteristics. Indonesian Journal of Biotechnology, 21(2), 70–75. https://doi.org/10.22146/ijbiotech.10582

Supriyanti, Supriyanta, & Kristamtini. (2015). Karakterisasi dua puluh padi (Oryza sativa L.) lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Vegetalika, 4(3), 29–41.

Suwarso, Rochman, F., & Yulaikah, S. (2011). Morfologi dan biologi tembakau Virginia. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas).

Yusuf, M. (2008). Metode eksplorasi, inventarisasi, evaluasi dan konservasi plasma nutfah. Pusat Penelitian Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor.

Downloads

Published

2026-02-26

How to Cite

Putra, J. A., Yusniwati, & Swasti, E. (2026). Keragaman Morfologi Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Lokal Kabupaten Lima Puluh Kota Berdasarkan Analisis Klaster UPGMA. Jurnal Research Ilmu Pertanian, 6(1), 191-197. https://doi.org/10.31933/fyvw9j17