Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Terhadap Timbulan Sampah Laut
DOI:
https://doi.org/10.31933/n9strf89Keywords:
Komposisi, Mukomuko, Perilaku Masyarakat, Sampah LautAbstract
Sampah laut merupakan hasil dari sisa produksi atau suatu yang dihasilkan dari sisa-sisa penggunaan yang manfaatnya lebih kecil dari pada produk yang digunakan oleh penggunanya sehingga hasil dari sisa ini dibuang atau tidak digunakan lagi. Penelitian mengenai Analisis Keterkaitan Perilaku Masyarakat Atas Timbulan Sampah Laut Di Pesisir Pantai Kecamatan Kota Mukomuko Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan di Kota Mukomuko Provinsi Bengkulu pada bulan Mei Tahun 2023 dengan tujuan untuk mengetahui komposisi, jenis dan kepadatan sampah laut di pesisir pantai Kota Mukomuko dan mengetahui hubungan antara aspek pengetahuan dan sikap dengan perilaku masyarakat terhadap timbulan sampah laut di pesisir pantai Kota Mukomuko. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang mengacu kepada Metode survei transek garis, Likert dan Guttman. Hasil yang didapat adalah Komposisi sampah laut di pesisir pantai Kota Mukomuko terdiri atas sampah plastik sebanyak 30%, sampah kaca 14%, sampah logam 13%, sampah karet 6% dan sampah lainnya 37%. Berat sampah keseluruhan yakni 3.900 g/m2 dan rata-rata sampah dari keseluruhan transek adalah 780 g/m2. Kepadatan sampah di lokasi adalah 80 item/m² dengan rata-rata 16 item/m². Hubungan pengetahuan terhadap perilaku dengan cronbach alpha 0,000 dan nilai pearson correlation 0,939 yang berarti bahwa pengetahuan dan perilaku memiliki hubungan yang signifikan dan sangat kuat. Namun sikap terhadap perilaku dengan cronbach alpha 0,090 dan nilai pearson correlation 0,172 yang berarti bahwa sikap dan perilaku memiliki hubungan yang tidak signifikan dan sangat lemah.
Downloads
References
Andrady, A. L. (2011). Mikroplastik di lingkungan laut. Marine Pollution Bulletin, 62(8), 1596–1605.
Cordova, M. R., et al. (2019). Distribusi sampah plastik laut di Indonesia. Jurnal Ilmu Kelautan, 24(1), 1–10.
Duis, K., & Coors, A. (2016). Mikroplastik dalam limbah darat. Environmental Sciences Europe, 28(2), 1–12.
Effendi, R., & Prasetyo, A. (2022). Peran pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah pesisir. Jurnal Kebijakan Lingkungan, 14(2), 85–98.
Enggara, R., Bahrum, M., & Suherman, D. (2019). Timbulan sampah pantai pariwisata Bengkulu. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 8(1), 22–31.
Engler, R. E. (2012). Dampak ekologis sampah laut. Marine Pollution Bulletin, 64(1), 1–6.
Hastuti, A. R., Lumbanbatu, D. T., & Wardiatno, Y. (2019). Mikroplastik di perairan pesisir Indonesia. Jurnal Ilmu Perairan, 4(1), 45–56.
Jambeck, J. R., et al. (2015). Limbah plastik ke lautan global. Science, 347(6223), 768–771.
Johan, Y., et al. (2019). Karakteristik sampah laut Pantai Panjang Bengkulu. Jurnal Kelautan Tropis, 22(3), 187–196.
Kershaw, P., et al. (2011). Sampah laut sebagai isu global. UNEP Report.
Lebreton, L., et al. (2017). Sungai sebagai sumber utama plastik laut. Nature Communications, 8, 15611.
Mulyadi, A., et al. (2010). Perilaku masyarakat dan pengelolaan sampah. Jurnal Administrasi Publik, 7(2), 113–125.
Setyowati, R., & Mulasari, S. A. (2013). Hubungan pengetahuan dan perilaku pengelolaan sampah. Kesmas, 8(2), 56–63.
Smith, M., et al. (2018). Dampak plastik pada biota laut. Environmental Science & Technology, 52(12), 7064–7074.
Sun, Y., & Trudel, R. (2017). Strategi pengurangan plastik berkelanjutan. Journal of Environmental Management, 203, 155–162.
Vlachogianni, T., et al. (2020). Sampah laut dari aktivitas daratan. Marine Pollution Bulletin, 150, 110737.
Wang, J., et al. (2020). Risiko mikroplastik bagi kesehatan manusia. Environmental Pollution, 263, 114544.
World Economic Forum. (2016). The New Plastics Economy. Geneva.
WHO. (2021). Marine pollution and human health. Geneva.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jajat Sudrajat, Rizki Aziz, Jabang Nurdin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









