Identifikasi Cendawan Patogen Dan Non-Patogen Asal Rhizosfer Mahoni dan Kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing

Authors

  • Bau Mirta Universitas Muhammadiyah Bulukumba Author
  • Muh. Noor Amin Sholeh Universitas Muhammadiyah Bulukumba Author
  • Muhlizha Azhar Nur Universitas Muhammadiyah Bulukumba Author
  • Mita Yusri Universitas Muhammadiyah Bulukumba Author

DOI:

https://doi.org/10.31933/dz4dyw02

Keywords:

Rizosfer, Jamur Patogen, Jamur Non-patogen, Aspergillus, Kakao, Mahoni

Abstract

Rhizosfer adalah tanah yang terdapat disekitar daerah perakaran tanaman yang dijadikan sebagai pertahanan luar suatu tanaman  terhadap serangan patogen yang terdapat pada akar itu sendiri, dan biasanya populasi mikroorganisme di daerah rhizosfer lebih banyak dan beragam dibandingkan dengan non-rhizosfer (Liza et al., 2015). Mikroba yang hidup pada daerah perakaran ada yang bersifat patogen dan atau ada pula yang dapat bermanfaat bagi tanaman sebagai pelindung dari infeksi yang disebabkan oleh patogen tertentu (Putra et al., 2020). Namun, hingga saat ini masih sedikit penelitian yang mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen pada daerah rhizosfer tanaman yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen asal rhizosfer mahoni dan kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada rhizosfer mahoni dan kakao di Desa Karassing dan Kelurahan Tanuntung, dapat disimpulkan bahwa genus cendawan rhizosfer yang teridentifikasi memiliki kesamaan, yaitu cendawan yang diperoleh berasal dari genus Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp. dan Rhizopus sp., meskipun pada rhizosfer mahoni Desa Karassing diperoleh 2 isolat yang berasal dari genus Trichoderma sp. Serta secara keseluruhan, dari 40 isolat cendawan rhizosfer yang diperoleh, 22 isolat yang bersifat patogen dan 18 isolat lainnya bersifat non-patogen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abri, T. Kuswinanti, E. L. Sengin dan R. Sjahrir, 2015. Isolasi Cendawan Rhizosfer Penghasil Hormone Indole Acetic Acid (IAA) pada Padi Aromatik Tanatoraja. Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan, 29 Januari 2015, UIN Alauddin, Makassar, hal. 72-78.

Al-Adawiah, P. R., 2016. Isolasi dan Identifikasi Cendawan Indigenous Rhizosfer Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) di Buluballea Kelurahan Pattappang Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Skripsi, UIN Alauddin, Makassar, Indonesia.

Amaria, W., E. Taufiq dan R. Harni, 2013. Seleksi dan Identifikasi Jamur Antagonis sebagai Agens Hayati Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus) pada Tanaman Karet. Buletin Ristri 4 (1), hal. 55-64.

Anggraeni, I. dan B. Dendang, 2009. Penyakit Bercak Daun pada Semai Nyatoh (Palaquium sp.) di Persemaian Balai Penelitian Kehutanan Ciamis. Penelitian Hutan Tanaman 6 (2), hal. 99-108.Aini, N., 2017. Isolasi Jamur yang Berasosiasi dengan Serangga di Rizosfer Tanaman Sonokembang (Pterocarpus indicus Willd). Skripsi, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia.

Barnett, H.L. and B. B. Hunter, 1998. Illustrated Genera of Imperfect Fungi. 4th Edition, APS Press, St. Paul, 218 p.

Irawati, R., 2016. Karakterisasi pH, Suhu dan Konsentrasi Substrat pada Enzim Selulase Kasar yang Diproduksi oleh Bacillus circulans. Skripsi, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Indonesia.

Isniah, U.S. dan Widodo, 2015. Eksplorasi Fusarium Nonpatogen untuk Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal pada Bawang Merah. Fitopatologi Indonesia 11 (1), hal. 14-22. DOI: 10.14692/jfi.1.1.14.

Larekeng, S., H. Gusmiaty, Restu, M. Andi and T Susilowati, 2019. Isolation and identification of rhizospheric fungus under Mahoni (Swietenia mahagoni) stands and its ability to produce IAA (Indole Acetid Acid) hormones IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci. 343, 1–11 p.

Liza, E. Y., Adrinal dan J. Trisno, 2015. Keragaman Cendawan Rhizosfer dan Potensinya sebagai Agens Antagonis Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Tanaman Krisan. Fitopatologi Indonesia 11 (2), hal. 68-72. DOI: 10.14692/jfi.11.2.68.

Lovelyana, C. Y., 2018. Potensi Jamur Rhizosfer sebagai Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) terhadap Pertumbuhan Bibit Singel Bud Set Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.). Skripsi, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia.

Mayrowani, H. dan Ashari, 2011. Pengembangan Agroforestry untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani Sekitar Hutan. Forum Penelitian Agro Ekonomi 29 (2), hal. 83-98.

Mukrin, Yusran dan B. Toknok, 2019. Populasi Fungi dan Bakteri Tanah pada Lahan Agroforestri dan Kebun Campuran di Ngata Katuvua Dongi-Dongi Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Forest Sains 16 (2), hal. 77-84.

Payangan, R. Y., Gusmiaty dan M. Restu, 2019. Eksplorasi Cendawan Rhizosfer pada Tegakan Hutan Rakyat Suren untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman. Biologi Makassar 4 (2), hal. 153-160.

Putra, G. W. K., Y. Ramona dan M. W. Proborini, 2020. Eksplorasi dan Identifikasi Mikroba yang Diisolasi dari Rhizosfer Tanaman Stroberi Fragaria x ananassa Dutch.) Di Kawasan Pancasari Bedugul. Journal of Biological Sciences 7 (2), hal. 62-70.

Rahmad, D., 2021. Kemampuan Konsorsium Cendawan dalam Mendegradasi Ampas Tebu dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tebu. Disertaasi. Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia.

Ramdan, E. P., E. T. Tondok, S. Wiyono, S. H. Hidayat dan Widodo, 2014. Pengaruh Aplikasi Cendawan Endofit terhadap Pertumbuhan Bibit Cabai. SEMLOKNAS. hal. 165-173.

Ristiari, N. P. N., K. S. M. Julyasih dan I. A. P. Suryanti, 2018. Isolasi dan Identifikasi Jamur Mikroskopis pada Rizosfer Tanaman Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour.) di Kecamatan Kintamani, Bali. Pendidikan Biologi Undiksha 6 (1), hal. 10-19.

Rosfiansyah, Sopialena dan S. Sila, 2015. Inventarisasi Cendawan Mikro serta Potensinya sebagai Biofertilizer dan Agensia Pengendali Hayati pada Lahan Reklamasi Tambang Batu Bara dI Samarinda. Agrifor 14 (2), hal. 1-15.

Suwardani, N. W., Purnomowati dan E. T. Sucianto, 2014. Kajian Penyakit yang Disebabkan oleh Cendawan pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) di Pertanaman Rakyat Kabupaten Brebes. Jurnal Scripta Biologica 1 (3), hal, 223-226. https://DOI.ORG/10.20884/1.SB.2014.1.3.554.

Downloads

Published

2026-02-15

How to Cite

Bau Mirta, Sholeh, M. N. A., Nur, M. A., & Yusri, M. (2026). Identifikasi Cendawan Patogen Dan Non-Patogen Asal Rhizosfer Mahoni dan Kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing. Jurnal Research Ilmu Pertanian, 6(1), 177-190. https://doi.org/10.31933/dz4dyw02